Kamis, 19 April 2012

Suction Bowl


Karena beberapa teman bertanya di mana bisa beli suction bowl akhirnya saya jualan juga di sini :D
suction bowl ini di bagian dasar mangkoknya terdapat karet yang bisa menempel ke permukaan meja atau lantai sehingga mangkoknya ngga akan lari kemana-mana apalagi terbang :))
Kalau ngga punya high chair, mangkok yang stay-put seperti ini membantu sekali untuk makan ala lesehan. Mangkok ini juga bisa dibawa untuk jamuan makan di rumah orang lain atau di restoran, jadi ngga khawatir mecahin piring orang lain. hehe.
1 set dijual bersama sendok dan garpunya. dapatkan diskon Rp 5.000,00 per mangkok 
jika dibeli bersama buku Baby-Led Weaning (Indonesia)
Stok terbatas ya.. siapa cepat dia dapat.
Untuk respon cepat, silakan SMS ke 085292229692.

1 set: Suction bowl + sendok + garpu 

merk: "Keaide Biddy"
harga: Rp 85.000,00
pilihan warna: orange
 stock: 2





merk: "Simba"

harga: Rp 80.000,00
pilihan warna: orange
stock: 0






Suction Bowl tanpa sendok&garpu

 merk: PUKU
harga: Rp 65.000,00
stock: 2 (biru)


Kamis, 29 Maret 2012

"BaChoc BroLu" (Banana Choco Brownies Bolu)

"BaChoc BroLu" (Banana Choco Brownies Bolu)
tanpa gluten, tanpa telur


niatnya... bikin brownies kukus eh jadinya malah 'mekrok' cantik seperti bolu kukus.

bahan:
100 gr tepung beras
1 sdm gula aren halus
2 sdm unsalted butter cair
2 sdm susu kedelai bubuk Melila
2 sdm susu coklat bubuk
1 buah pisang ambon matang
1 sdt jeruk nipis
1 sdt cuka
8 sdm susu cair( bisa di ganti susu kedelai)
1 sdt baking powder
1/2 sdt vanili bubuk (optional)
1/2 sdt garam
15 sdm air

Cara membuat:
1 siapkan kukusan, bagian tutupnya dilapisi serbet supaya uap air ga menetes ke adonan, dan panaskan
2.haluskan pisang ambon dgn garpu, tambahkan air jeruk nipis supaya warnanya ngga berubah jadi coklat tua
2. campur semua bahan kering dan aduk dengan sendok
3. larutkan susu kedelai&susu coklat bubuk dengan 15 sdm air
4. campurkan pisang lumat, cairan susu, dan semua bahan bahan basah lainnya.
5. campurkan semua bahan, tuang ke pinggan tahan panas yang sudah diolesi minyak/margarine/mentega.
6. setelah air dalam kukusan mendidih, taruh adonan di kukusan, pastikan panci tertutup rapat dengan api sedang. jangan dibuka pancinya sampai setidaknya 20 menit. selamat deg2an :p

inspirasi resep diambil dari sini
http://www.tanpagluten.com/2010/06/brownies-kukus-tanpa-telur.html
dengan sedikit modifikasi.

Senin, 12 Maret 2012

Resep Cake Kukus 'WorLaBi'

Resep Bolu Kukus ini dinamai 'WorLaBi' karna di dalamnya terkandung wortel, labu parang dan ubi.
resepnya terinspirasi dari sini, tapi saya modifikasi sedikit. Resep ini hanya untuk bayi yang sudah jelas tidak alergi terhadap telur.

Bahan :
3 butir telur ayam kampung
200 gram ubi
200 gram labu
1 butir wortel ukuran sedang
50 ml susu segar -> saya pakai susu kedelai
150 gr gula pasir -> saya pakai gula aren)
80 gr tepung terigu -> saya ganti tepung tanpa gluten. sebaiknya diayak terlebih dahulu
2 sdm susu bubuk -> tidak saya gunakan
1/2 sdt soda kue
1 sdt baking powder
½ sdt vanilla bubuk
1 sdm mentega, cairkan
1 sdm mentega untuk mengoles loyang

Cara Membuat :

  1. Kocok telur dengan mixer, biarkan sampai naik.
  2. Kukus ubi & labu setengah matang
  3. Blender labu kukus, ubi kukus dan wortel mentah dengan susu kedelai dan gula aren
  4. Setelah telur benar-benar mengembang, campur dengan adonan hasil blender (nomer 3), vanila, soda kue dan baking powder. dengan kecepatan mixer paling rendah. Setelah rata matikan mixer.
  5. Masukan bahan lain (tepung bebas gluten dan mentega cair) lalu aduk rata dengan spatula.
  6. Tuang ke loyang yang sudah dioles mentega, lalu kukus kurang lebih 35 menit. Angkat. Sajikan.
  7. Tips: bungkus tutup kukusan dengan serbet/kain bersih agar uapnya tidak menetes kembali ke adonan. Sebelum 35 menit jangan buka kukusan. Setelah cake matang, sepertinya memang tampak sangat lunak, tapi setelah dingin akan lebih memadat.

Tepung Tanpa 'Gluten'

Hari Minggu kemarin saya sukses bikin cake kukus tanpa terigu tapi hasilnya sebagus kalau pakai terigu.
Saya sengaja ngga pakai terigu supaya cake saya bebas gluten. Tepung semacam ini memang berfungsi menggantikan terigu, sangat direkomendasikan bagi anak-anak penderita autisme. Tapi kalau pun anak kita tidak mengidap autisme, tak ada salahnya mengurangi konsumsi gluten. Manfaat menghindari gluten bisa dibaca di sini.
Komposisi tepung ini diciptakan oleh Bette Hagman, pionir dalam penyusunan buku masak khusus untuk anak-anak autis. Bahannya terdiri dari tepung terigu : tepung sagu : tepung tapioka (kanji)
dengan perbandingan 6 : 2 : 1. Jadi seandainya tepung terigu 6 sendok makan, tepung sagu 2 sendok makan dan tepung kanji 1 sendok makan.

sumber informasi: majalah Santap: Lezat & Sehat no.15

Minggu, 04 Maret 2012

Celemek/Slabber/Bib Baju


 Celemek berbentuk baju ini anti air lho. cocok buat bayi BLW yang di bulan-bulan pertama makannya cukup belepotan. Nanti kalo udah lebih besar, celemek ini berguna banget waktu anak belajar sikat gigi dan kumur-kumur sendiri. Kalo udah mulai belajar melukis dengan cat air, celemek ini masih bisa dipakai :) 

Harga: Rp 40.000,00 (lengan panjang)
          Rp 37.000,00 (tanpa lengan)
Harga celemek ini jika memesan buku Baby-Led Weaning juga : 
Rp 35.000,00 (lengan panjang)
Rp 33.000,00 (tanpa lengan)


Pilihan
Lengan Panjang:

"Forest" (red)
stock available: 3


 "Monster" (blue)

stock available: 1






Tanpa Lengan:

























"Fairy Castle"
available stock: 1




Stok terbatas.
Segera pesan sekarang ke Adhya: 085292229692








Kamis, 09 Februari 2012

Lupakan puree - BLW mengembalikan kebahagiaan di waktu makan anak Anda

Membiarkan bayi makan makanan yang tidak dihaluskan bisa mencegah kegemukan. Hal ini juga membantu bayi belajar makan dengan cara mereka sendiri

Gill Rapley
www.guardian.co.uk, Rabu 8 Februari 2012 08.00 WIB

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya menggunakan metode Baby-Led Weaning (BLW) cenderung makan lebih sehat di kemudian hari.

Menurut sebuah studi terbaru yang diadakan oleh tim dari Universitas Nottingham, bayi disuapi dengan makanan yang dihaluskan cenderung berakhir lebih gemuk daripada bayi yang belajar makan pertama kali dengan finger food. Hal ini mendukung meningkatnya jumlah keluarga yang memilih BLW- di mana bayi belajar makan finger food sendiri. Dalam hal ini, bayi tidak perlu disuapi dan bayi dapat dipercaya untuk tahu apa dan seberapa banyak mereka perlu makan.

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang orangtuanya mengikuti pendekatan BLW cenderung makan lebih sehat dan memiliki BMI lebih sehat di kemudian hari. Anak-anak yang disuapi puree sebagai bayi lebih cenderung menjadi gemuk dan lebih mungkin lebih suka rasa manis. Dengan kecemasan mengenai peningkatan kasus kegemukan pada anak-anak, hasil penelitian tersebut tepat waktu.
 

Jika mengamati bagaimana makanan padat diperkenalkan adalah isu yang masih relatif baru - telah ada penelitian sebelumnya mengenai saat yang tepat untuk memulai makanan padat dan apa yang bayi harus makan, tetapi sedikit tentang cara yang tepat untuk melakukan aktivitas tersebut. Banyak orang tua yang akhirnya menyerah untuk menyuapi anak-anaknya telah menggunakan praktek yang sudah usang, yaitu menyuapi bayi terlalu dini. Sebagai soerang health visitor, saya (Gill Rapley) melihat banyak keluarga telah berjuang memberi makan anaknya sebelum saya datang pada mereka untuk membantu, bahwa begitu banyak masalah yang tampaknya tak terelakkan dapat diselesaikan dengan membiarkan bayi enam bulan atau lebih makan sendiri.

Rahasianya tampaknya bukan pada apa yang ditawarkan pada bayi, tetapi bagaimana hal itu ditawarkan - dan dalam suasana emosional pada waktu makan. Dengan BLW, orang tua didorong untuk percaya bayi mereka dan tidak mengganggu aktivitas makan mereka. Bayi bergabung dengan anggota keluarga dan makan makanan (sehat) yang sama. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap terkontrol: mereka memilih apa yang dimakan, berapa banyak dan seberapa cepat. Mereka diperbolehkan untuk berhenti makan (atau tidak makan sama sekali) ketika kenyang. Selama yang disajikan di hadapan mereka adalah berbagai makanan sehat, mereka dapat dipercaya untuk membuat pilihan yang tepat. Karena tidak ada tekanan, tidak ada potensi perseteruan. Dan karena waktu makan adalah saatnya berbagi dengan orang lain, tidak ada kesan terburu-buru untuk "bagaimana pun caranya supaya bayi berhasil makan".


Menyuapi bayi, di sisi lain, menempatkan orang tua sebagai pihak yang bertanggung jawab. Bahkan dengan maksud terbaik di dunia pada prakteknya bisa jadi tetap sulit. jika Anda memiliki semangkuk bubur halus dan bayi untuk disuapi, menahan godaan untuk membujuk mereka untuk makan sebanyak yang Anda pikir mereka butuhkan - waktu makan dapat mudah menjadi medan pertempuran. Games dan trik dilakukan untuk membuat bayi makan atau membuat mereka makan lebih banyak (seperti "ini ada pesawat dataangg!"). Hal ini mendorong bayi untuk terus makan bahkan ketika tubuh mereka sebetulnya sudah memberitahu mereka bahwa perutnya sudah kenyang. Anda juga bisa tergoda untuk menggunakan makanan manis sebagai suap untuk membujuk anak kecil untuk makan lebih banyak makanan sehat (yang mungkin rasanya kurang lezat), yang akan mengajari mereka bahwa makanan manis itu menyenangkan dan makanan sehat itu membosankan. Semua hal ini bisa menjadi penyebab pilihan makanan yang tidak sehat dan makan berlebihan di masa depan.


Bayi belajar dengan melakukan. Mereka digerakkan oleh rasa ingin tahu. Mereka secara alami ingin mengatasi dan mengeksplorasi hal-hal baru - termasuk makanan. BLW memungkinkan para bayi untuk belajar tentang tekstur dan rasa, untuk menggabungkan makanan atau memakannya secara terpisah, dan untuk menemukan sukacita makan dengan cara yang tidak mungkin diperoleh jika dia makan dengan cara disuapi semangkuk bubur.


Kemungkinan bahwa gaya menyuapi makan akan, pada waktunya, memiliki implikasi yang lebih positif bagi kesehatan anak-anak, serta untuk suasana menyenangkan pada waktu makan keluarga dan hubungan lebih positif dalam keluarga umumnya. Hal ini juga mungkin memiliki makna yang lebih luas untuk pengembangan, kemandirian keterampilan anak-anak dan kepercayaan diri. Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi ada lebih banyak pengalaman menarik yang menunggu untuk ditemukan.


(artikel ini merupakan terjemahan dari artikel Gill Rapley di sini:)

Kamis, 02 Februari 2012

Sehatkah Makanan Balita Saya?

Tidak jarang para ibu khawatir (cenderung parno, seperti saya. hehe) apakah yg dimakan Almira sudah cukup membuatnya sehat. Apalagi dengan metode Baby-Led Weaning yang membuat saya tak perlu menyuapi Almira dan porsi makannya ditentukan dirinya sendiri. Tapi jika pada satu sesi makan saya rasa yang dimakan anak saya kok sepertinya kurang (menurut saya), biasanya saya menawarkan makanan lebih sering pada hari tersebut. 

Balik lagi ke pertanyaan yang tercantum dalam judul artikel ini yang coba saya jawab dari salah satu bagian tulisan pak Wied Harry (ahli gizi) di Buku Pintar Menu Balita 30 Hari: Benarkah makanan yang Anda berikan sudah sehat dan bergizi? Apakah porsinya sudah mencukupi? Untuk memastikan balita Anda mendapatkan makanan bergizi dengan porsi yang cukup, mari amati indikator berikut ini:

Indikator BAB
Buang air besar (BAB) bisa menggambarkan kecukupan asupan serat dalam makanan balita Anda. Selalu sempatkan setiap hari mengamati rutinitas buang air besarnya dan amati pula kotorannya. Agar lebih jelas, Anda bisa berpatokan pada kunci BAB-5
1. BAB minimum setiap pagi (bisa lebih dari satu kali, tetapi tidak diare atau sakit perut).
2. BAB tanpa mengejan, kotoran keluar secara otomatis tanpa didorong.
3. BAB kotoran mengambang, tidak tenggelam.
4. BAB 2 menit, kotoran sudah keluar semua.
5. BAB merasa tuntas. 

Jadi, jika balita Anda tidak setiap hari buang air besar atau selalu mengejan setiap kali buang air besar, benahi lagi asupan makanannya. Sebagian besar orang tua merasa sudah memberikan cukup makanan berserat, tetapi ternyata anaknya masih saja tidak lancar BAB. Jika hal itu yang terjadi, sadari bahwa setiap anak memiliki kebutuhan asupan serat berbeda. Jangan ragu meningkatkan lagi jumlah asupan makanan berserat, terutama beras merah, sayuran segar, buah segar, dan polong-polongan. 

Gas buang (kentut) dan kotoran yang berbau terlalu tajam menusuk juga mengindikasikan rendahnya asupan serat masakan. Cukup mengonsumsi buah-buahan segar, sayuran segar, beras merah, dan polong-polongan meningkatkan timbunan serat dalam usus besar yang menjadi makanan bagi "bakteri baik" penghasil vitamin K. Dengan demikian, "bakteri baik" berkembang biak dengan pesat, sebaliknya pertumbuhan "bakteri pembusuk" tertahan. Populasi "bakteri pembusuk" yang terbatas menekan terbentuknya gas berbau busuk sehingga bau khas gas buang dan kotoran wajar. 

Sebaliknya, asupan serat yang rendah meningkatkan volume makanan pembentuk gas di dalam usus besar karena kotoran sulit dibuang tanpa serat yang cukup. Kecuali polong-polongan, makanan hewani merupakan sumber protein yang miskin serat dan biasanya tertahan lama di usus besar jika tidak ada serat. Padahal, sebagian besar makanan hewani kaya triptofan, salah satu asam amino penyusun protein yang mengandung belerang (sulfur). Nah, belerang dalam protein hewani inilah penyebab bau tajam menusuk pada gas buang dan kotoran anak. Oleh karena itu, selalu dampingi dengan asupan serat yang cukup. 

Indikator flu atau demam
Amati balita Anda. Apakah ia mudah terserang flu atau demam dibanding anak-anak seusia? Apakah dalam tiga bulan berturut-turut ia selalu menderita flu atau menderita demam tanpa flu dalam setiap bulan? 
Serangan flu menandakan rendahnya sistem kekebalan tubuh. Demam menandakan adanya peradangan dalam sistem tubuh anak. Hal ini berkaitan dengan terbatasnya asupan nutrisi penjaga imunitas, terutama vitamin C, betakaorten, dan seng (zinc). Coba amati apakah asupan buah-buahan segar, sayuran segar, dan ikan segar terlalu sedikit? Jika ya, perlahan-lahan tingkatkan lagi. 

Indikator alergi makanan
Apakah balita Anda termasuk yang memiliki gangguan alergi terhadap makanan tertentu atau bahkan beberapa jenis makanan? Pada dasarnya, menghindari makanan pencetus alergi saja tidaklah cukup. Alergi muncul berkaitan dengan rendahnya sistem kekebalan tubuh. Semakin banyak makanan yang membuat alergi, bisa jadi hal itu mencerminkan semakin rendahnya imunitas anak. Oleh karena itu, tingkatkan sistem kekebalan tubuh balita Anda. Perhatikan lagi asupan makanan penggenjot sistem kekebalan tubuh. 

Indikator tinggi dan berat badan
Kecukupan gizi dan porsi makan balita dapat diukur dengan berpedoman pada patokan ini. Jika berat badannya kurang dari patokan berat bada normal, patut diduga asupan makanan sumber kalorinya kurang. Perhatikan lagi porsi makan anak Anda. 

sumber: 
Harry, Wied. 2009. Buku Pintar Menu Balita 30 Hari. Depok: Pustaka Bunda.